Ada tiga tipe manusia di dunia ini:
Tipe pertama adalah tipe pemain, tipe kedua adalah penonton, dan yang terakhir bukan pemain dan juga bukan penonton.
Tipe penonton adalah yang menyaksikan sebuah peristiwa terjadi.
Dan tipe ketiga adalah tipe yang bertanya-tanya apa yang terjadi.
Jadilah tipe yang pertama, karena inilah yang mampu menjadi bagian dari sejarah.
Konsekuensi dari pemain adalah siap dicaci, dimaki dan juga siap ditinggalkan pemujanya. Sebaliknya, penonton akan siap menertawakan dan menyudutkan pemain yang ada di depannya.
Sadarilah saudaraku, anda dilahirkan sebagai pemain dalam kehidupan anda. Penonton tidak pernah memiliki sejarah, sebanyak apapun penonton tidak akan pernah mampu memasukkan gol ke gawang lawan. Penonton hanya boleh berada diluar area permainan. Saudaraku, anda dilahirkan kedunia ini bukan untuk melakukan semua hal, tapi untuk melakukan sesuatu, maka mulai saat ini carilah sesuatu tersebut, pilihlah apa yang ingin anda capai dalam hidup yang sebentar ini.
Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan memiliki konsekuensinya tersendiri. Jika anda memilih ikan paus sebagai target hidup anda, maka konsekuensinya, mau tidakmau, anda harus mengarungi samudera, jangan tetap berada di sungai, apalagi terpaku di selokan. seperti itulah, jika anda masuk kesebuah lembaga, sekolah atau universitas, maka anda harus masuk dengan sepenuhnya dan niat yang iklas, jangan befikir setengah-setengah karena anda akan mendapatkan kebaikan ditempat pilihan anda hanya setengah bahkan tidak ada sama sekali.
Cita-cita yang besar akan dibayar dengan masalah-masalah yang besar. Masalah-masalah besar akan membuat anda menjadi orang besar yang sabar, kuat dan dewasa lebih cepat.
Apun pilihan anda dalam mengarungi kehidupan ini, anda harus siap menerima konsekuensi dari setiap pilihan anda. Apakah itu konsekuensi yang sudah anda bayangkan, maupun yang datang secara tidak terduga. Anda harus sabar dalam menerima semua konsekuensi yang akan menghampiri Anda
Itulah sebabnya mulai saat ini anda harus bersiap-siap! Berubahlah menuju kondisi yang lebih baik. Air yang mengalir tidak akan berbau seperti air yang diam. Ingatlah, keberhasilan itu adalah meting point antar persiapan, kesempatan, keahlian, aksi dan takdir. Perubahan harus dimulai saat ini dan mulai dari diri anda. Sukses tidaknya diri anda bukan sekedar tergantung ada tidaknya peluang, tapi lebih tergantung kepada perubahan-perubahan yang telah anda lakukan terhadap diri anda sendiri.
Jika anda ingin rumah anda benuansa merah, anda tidak perlu mengecat seluruh tembok dirumah anda dengan warna merah, tapi cukulah anda membeli sebuah kaca mata, kemudian cat kaca mata itu dengan cat berwarna merah kemudian anda pakai, maka seluruh rumah anda akan bernuansa merah, bahkan duniapun akan terlihat merah sesuai dangan keinginan anda. Artinya perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Allah SWT berfirman “sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sehingga kaum tersebut,- yakni individu-individu di dalam kaum tersebut- mengadakan perubahan dalam dirinya sendiri.”
0 komentar:
Posting Komentar